16 Pelajar yang Menyerang SMK di Cileduk Diringkus dan Ditetapkan sebagai Tersangka

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho/PMJ

HARIAN BERKAT – Polres Metro Tangerang Kota berhasil mengamankan sebanyak 16 pelajar yang melakukan penyerangan di salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di kawasan Ciledug, Kota Tangerang, Selasa 31 Mei 2022 siang.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan penyerangan itu dilakukan para pelajar dari SMA Budi Mulia terhadap SMK Yadika 3 di Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang..

“Kami mengamankan sebanyak 19 pelajar yang terlibat dalam aksi penyerangan tersebut. 16 orang pelajar diantaranya ditetapkan sebagai tersangka, sementara tiga pelajar lainnya berstatus saksi,” ujarnya, Sabtu 4 Juni 2022.

Baca Juga : PLN Kalbar Membina 1.101 Pelaku UMKM di Sekadau dan Sintang, Segini Kucuran Dananya

Menurut Zain, polisi mendapatkan laporan dari pihak sekolah yang diserang sekelompok pelajar dari sekolah lain. Dari laporan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan di TKP serta memeriksa sejumlah saksi.

Aksi itu menyebabkan kerugian materil bagi sekolah yang menjadi sasaran penyerangan. Bahkan, Zain menyebut aksi penyerangan itu menimbulkan adanya korban luka-luka.

“Sekelompok pelajar tersebut melakukan penyerangan dengan cara melempar menggunakan batu dan melepaskan petasan ke dalam sekolah serta membawa senjata tajam. Selain mengakibatkan beberapa jendela pecah, juga terdapat satu korban luka,” tuturnya.

Baca Juga : Pelatih Timnas Malaysia yakin anak asuhnya mampu menghadapi Thailand, usai dikalahkan Korea Selatan

Selain mengamankan para pelaku, lanjut Zain, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti lima buah celurit, satu buah pedang jenis katana, tiga buah plat baja yang dibuat tajam, tiga buah batu, dan dua petasan.

Zain menegaskan akan tetap melakukan penegakan hukum terhadap pelaku anak berhadapan hukum (ABH). Hal itu sebagai upaya menekan aksi-aksi tawuran yang telah meresahkan masyarakat, bahkan sampai menghilangkam nyawa.

“Kenakalan remaja saat ini sudah sangat memprihatinkan, peran tenaga pendidik dan orang tua sangat diperlukan. Anak Berhadapan Dengan Hukum akan tetap kami proses,” jelasnya.

Baca Juga : Berikut Tiga Cara Pertolongan Pertama Jika Jemaah Haji Terserang Head Stroke

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 76C Jo Pasal 80 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo pasal 170 KUHP ayat 2 huruf 1e dan atau pasal 2 ayat 1 UU RI Nomor 12 Tahun 1951 Tentang UU Darurat Subs UU RI Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak.***