Kelompok UPPKA Bisa Bersinergi Mengelola Produk Lokal dalam Penanganan Stunting

  • Bagikan
Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar Muslimat usai membuka Orientasi Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Akseptor di Ruang Aula Kencana BKKBN Kalbar. Foto : Marupek

“Sejak tahun 2019 angka Stunting nasional berada di 27,06 persen, berdasarkan SSGI 2021 turun menjadi 24,04 persen dan Presiden telah menargetkan di tahun 2024 mendatang angka Stunting bisa diturunkan menjadi 14 persen,” katanya.

Muslimat mengungkapkan Stunting adalah kekurangan gizi kronis, sekaitan dengan ini UPPKA bisa mengambil perannya di Kampung KB wilayahnya masing-masing dalam pencegahan Stunting melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT).

“Pada tahun 2021 di Kalimantan Barat Program DASHAT sudah dilaunching di Kabupaten Mempawah terletak di Kampung KB Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, ke depannya Program DASHAT juga akan hadir di seluruh Kampung KB yang ada di Provinsi Kalimantan Barat,” harapnya.

Muslimat juga berharap kepada Kelompok UPPKA ini dapat memberikan nilai nilai tambah yang positif terutama dalam peningkatan pendapatan ekonomi keluarga yang saat ini menghadapi pandemi Covid-19.

Ia mengatakan pemberdayaan ekonomi keluarga akseptor merupakan Proyek Prioritas Nasional (Pro PN) artinya proyek yang memang menjadi proyek strategi pemerintah untuk membantu keluarga-keluarga yang terdampak situasi ekonomi akibat pandemi Covid-19, dan diharapkan dengan Pro PN ini, UPPKA bisa berkembang pesat lagi.

“Orientasi pemberdayaan ekonomi keluarga akseptor diikuti Kader UPPKA dan OPD-KB 14 Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat dan melibatkan Dinas Koperasi UMKM Provinsi Kalimantan Barat serta BPD Andalan Kelompok UPPKA (AKU) Provinsi Kalimantan Barat,” kata Muslimat.***

  • Bagikan