Seorang Anak Anak di Yaman Meninggal Dunia dan 11 Lainnya Luka Luka Dalam Serangan Artileri Houthi di Taiz

  • Bagikan
Ilustrasi : Satu anak di Yaman Meninggal dunia dan 11 lainnya luka luka akibat serangan di Kota Taiz FOTO : ahmadreza heidaripoor dari Pixabay

HARIAN BERKAT – Seorang anak laki-laki Yaman berusia enam tahun, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu, waktu setempat, setelah Houthi menembaki daerah perumahan di kota Taiz yang sedang terkepung. Demikian dikatakan seorang petugas medis setempat kepada Arab News, Senin 25 Juli 2022.

Dari posisi mereka yang berada di luar kota, Houthi pada Sabtu sore menembakkan rentetan artileri ke rumah-rumah di kota berpenduduk padat itu, sehingga melukai Albara Murad Abdullah Al-Sharef dan 11 anak lainnya yang sedang bermain di luar rumah mereka.

Ahmed Mansour, seorang pejabat kesehatan setempat, mengatakan kepada Arab News, bahwa 11 anak yang tersisa menderita berbagai tingkat luka akibat pecahan peluru sehingga harus dirawat di rumah sakit setempat.

“Mereka menderita luka pecahan peluru di tangan dan perut mereka,” katanya.

Penembakan Houthi di Taiz adalah yang terbaru dari serangkaian serangan mematikan serupa yang telah terjadi selama empat bulan terakhir.

Penduduk di kota itu mengatakan, mereka tidak mendapat manfaat dari gencatan senjata yang ditengahi PBB yang mulai berlaku 2 April, karena Houthi belum mencabut pengepungan atau berhenti menargetkan daerah pemukiman di kota itu.

Serangan mortir Houthi terbaru memicu kemarahan warga di kota tersebut dan kemarahan di antara warga Yaman yang memperingatkan agar adanya gencatan senjata.

BACA JUGA : Berikan Rasa Aman dan Nyaman, Personel Polsek Ketungau Hilir Lakukan Pengamanan Sholat

Beberapa jam setelah penembakan, puluhan orang di Taiz melakukan protes kecil di depan sebuah hotel lokal yang menampung kepala komite koordinasi militer yang difasilitasi PBB, Brigidari Jenderal Antony Hayward, dan memanggilnya serta PBB untuk mengecam serangan Houthi terhadap warga sipil.

Para pengunjuk rasa mengangkat gambar anak-anak yang menjadi sasaran dan slogan-slogan yang menyerukan agar diakhirinya penembakan dan pengepungan.

“Milisi Houthi terus melakukan pembantaian terhadap warga sipil,” tulis salah satu poster.

  • Bagikan