Peneliti: Makan Nasi Putih Tingkatkan Resiko Penyakit Jantung

  • Bagikan
Foto: Ilustrasi nasi putih/Pixabay

HARIAN BERKAT – Sebuah studi mempelajari kebiasaan makan dan riwayat kesehatan orang Iran menemukan risiko penyakit arteri koroner prematur (PCAD) dari makan nasi putih mirip dengan konsumsi gula dan minyak tidak sehat yang ditemukan dalam makanan manis.

Studi ini meneliti sekitar 2.500 orang, beberapa dengan arteri normal dan sisanya mengidap penyakit arteri koroner. Setiap peserta menjawab kuesioner frekuensi makanan untuk menentukan seberapa sering mereka makan biji-bijian utuh dan olahan.

Baca Juga: Jangan Mengandalkan Kucing, Begini Tips agar Dapur Aman dari Serangan Tikus

Para peneliti menemukan bahwa asupan biji-bijian olahan yang lebih tinggi berkorelasi dengan peningkatan risiko PCAD, sementara makan biji-bijian dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit tersebut.

Biji-bijian ‘dimurnikan”‘saat diproses menjadi tepung atau makanan, yang memberi tekstur lebih halus dan umur simpan lebih lama.

Namun, proses itu sekaligus menghilangkan beberapa nutrisi penting. Lebih lanjut dijelaskan bahwa biji-bijian utuh, seperti oat beras merah dan roti gandum, mengandung seluruh manfaat baik biji-bijian.

“Ada banyak faktor yang terlibat mengapa orang mungkin mengonsumsi lebih banyak biji-bijian olahan dibanding biji-bijian utuh. Beberapa faktor terpenting yang perlu dipertimbangkan termasuk ekonomi dan pendapatan, pekerjaan, pendidikan, budaya, usia, dan faktor serupa lainnya,” ungkap penulis utama studi, Dr. Mohammad Amin Khajavi Gaskarei.

  • Bagikan