Begini Cara Rasulullah Merayakan Hari Ulang Tahunnya

  • Bagikan
Foto: Ilustrasi Rasulullah/Pixabay

HARIAN BERKAT – Memperingati hari kelahiran atau sering disebut dengan istilah ulang tahun menjadi hal istimewa, banyak orang juga merayakan hari kelahiran dengan berbagai cara. Tradisi merayakan ulang tahun juga popular di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

Sejarah tentang perayaan hari lahir atau ulang tahun telah dikenal sejak ribuan tahun lalu berawal dari bangsa Mesir yang merayakan kelahiran Firaun sebagai ‘dewa’. Bangsa mesir kuno merayakan hari dimana Firaun memakai mahkota untuk bangsa Mesir kuno.

Baca Juga: Segini Batas Umur Umat Rasululllah Muhammad

Semula bangsa Eropa pada ribuan tahun lalu mempercayai kekuatan jahat yang dapat menyerang mereka. Sehingga mereka mengundang kerabat dekat mereka untuk mendoakan keselamatan penghuni rumah bersama-sama. Saat itu juga belum mengenal kue, lilin serta hadiah-hadiah yang popular sebagaimana tradisi ulang tahun yang sering dilihat saat ini.

Namun tahukah kamu, bahwa Rasulullah SAW juga memperingati hari kelahirannya? Bagaimana cara Rasul merayakan kelahirannya?

Rasulullah SAW selalu menjadikan hari kelahirannya dengan penuh rasa syukur. Cara Nabi Muhammad SAW memperingati hari lahir adalah dengan berpuasa. Hal tersebut sebagaimana sabdanya dalam sebuah Hadits Riwayat Muslim sebagai berikut:

Baca Juga: Rasulullah sebut Habbatussauda sebagai Obat Penyembuh Segala Macam Penyakit, Berikut Faktanya

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ الْأَنْصَارِيِّ، رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ الِاثْنَيْنِ؟ فَقَال
“فِيهِ وُلِدْتُ وَفِيهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ”:

“Dari Abu Qatadah Al-Anshar bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang puasa hari Senin. Beliau menjawab, “(Karena) saat itu aku dilahirkan dan saat itu aku dituruni wahyu.” (HR. Muslim).”

Sebagaimana hadits di atas, dapat diketahui bahwa ulang tahun ala Nabi SAW adalah dengan cara melaksanakan puasa.

  • Bagikan