Kebiasaan Makan Larut Malam Bisa sebabkan Obesitas dan Diabetes

  • Bagikan
Ilustrasi Obesitas/PMJ
Foto: Ilustrasi Obesitas/PMJ

HARIAN BERKAT – Kebiasaan makan saat larut malam kerap dikaitkan dengan masalah kegemukan dan bahkan diabetes. Namun, berdasarkan penelitian anggapan ini mungkin ada benarnya.

Studi terbaru yang dilakukan tim peneliti dari Northwestern Medicine berhasil memberikan petunjuk terkait mekanisme tersebut. Studi ini dilakukan terhadap tikus yang merupakan hewan nokturnal.

Baca Juga: 5 Makanan dan Minuman yang Diyakini Bisa Bangun Sistem Kekebalan Tubuh

Berbeda dengan manusia, periode aktif tikus terjadi di malam hari dan periode tak aktif mereka terjadi di siang hari. Selama sepekan, sebagian tikus diberi makan di siang hari dan sebagian lainnya diberi makan di malam hari.

Tim peneliti juga mengatur suhu lingkungan tempat tikus berada di 30 derajat Celsius. Pada suhu inilah tikus melepaskan energi paling sedikit.

Hasil studi menunjukkan tikus yang makan di siang hari atau di periode tak aktif mengalami kenaikan berat badan lebih. Perbedaan kenaikan berat badan ini terjadi meski seluruh tikus berada di lingkungan yang sama dan menerima jumlah makanan yang sama.

Menurut tim peneliti, perbedaan tren kenaikan berat badan ini berkaitan dengan kecenderungan tubuh dalam membakar energi. Tim peneliti mengatakan tubuh cenderung membakar energi lebih besar di waktu-waktu tertentu, yaitu pada periode waktu aktif.

Baca Juga: Cegah Flu Musiman, Sebaiknya Konsumsi 4 Jenis Makanan Ini

  • Bagikan