Partai Politik Bukan Fabrikasi Kebusukan Politik

  • Bagikan
Syafaruddin DaEng Usman, Pemerhati Sejarah Sosial Politik Kalimantan Barat. foto: istimewa

HARIAN BERKAT –Partai politik sebagai wadah persemaian para aktor politik harus memainkan peran penting untuk mewujudkan peradaban politik yang luhur.

Baca Juga: Pendaftaran Partai Politik Pemilu 2024 Dilakukan Secara Sentralistik, Berbeda Dengan Pemilu yang Lalu

“Jangan sampai, partai politik justru menjadi ruang fabrikasi kebusukan-kebusukan dalam politik. Itu sama sekali tidak boleh terjadi,” ungkap Pemerhati Sejarah Sosial Politik Kalimantan Barat Syafaruddin DaEng Usman, kepada harianberkat.com.

“Kata orang, politik itu busuk. Ruang yang berlumur kebengisan. Tak heran, ada sebagian orang yang anti terhadap politik. Mereka alergi, bahkan sekadar untuk membincangkannya,” ujar Syafaruddin menambahkannya.

Baca Juga: 17 Parpol Cabut Undi Nomor Urut Partai, Partai Umat Tidak Lolos

Sejatinya tidaklah demikian, tegas Syafaruddin DaEng Usman yang akrab disapa Bang Din, bahwa Politik adalah arena perjuangan yang mulia. Di sana, orang bisa memperjuangkan keyakinan dan ideologi untuk meraih kesejahteraan bersama.

Bang Din mengatakan nyaris perjuangan di semua ranah tak bisa ditegakkan tanpa perjuangan politik.

“Politik, sesungguhnya, adalah medan perjuangan mulia. Di situlah, hampir seluruh hajat hidup orang banyak ditentukan,” ujarnya lagi.

  • Bagikan