Pertikaian Internal Masih Diidentikkan dengan Partai-partai Politik

  • Bagikan
Pengamat Politik Kalimantan Barat, Syafaruddin DaEng Usman. foto: istimewa untuk harianberkat.com

HARIAN BERKAT – Kehidupan partai-partai politik di Indonesia sampai saat ini sesungguhnya masih berada dalam posisi dilematis. Di satu siai, mereka dianggap sebagai entitas yang sangat penting karena perannya yang sedemikian vital bagi proses-proses politik di negeri ini. Bahkan diletakkan sebagai pilar utama demokrasi.

“Karena itu, banyak ekspektasi dari berbagai kalangan yang dilayangkan ke pundak mereka, agar performa mereka semakin baik dari waktu ke waktu,” ungkap Pengamat Politik Kalimantan Barat, Syafaruddin DaEng Usman, kemarin.

Tetapi pada sisi lain, ungkap Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Kalbar Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI ini, hampir aemua partai politik di republik ini belum mampu memenuhi ekspektasi tersebut.

Baca Juga : Politik dan Etika Jangan Seperti Air dan Minyak

“Alih-alih memberikan secercah harapan, justru mereka kerap dijadikan sasaran kritik, malah terkadang dianggap sebagai sumber masalah dari berbagai anomali politik,” ucap Bang Din sapaan akrab Syafaruddin DaEng Usman.

Dalam konteks konflik, menurut Syafaruddin, atau kasus merebaknya korupsi di Indonesia, sering kali partai politik dianggap sebagai penyebabnya.

“Sayangnya, anggapan tersebut sulit dibantah,” lanjut Pengajar Sejarah Sosial Politik Indonesia (SSPI) di salah satu perguruan tinggi negeri ini.

Lebih jauh disebutnya, publik Indonesia kerap kali disuguhi oleh berita-berita terkait dengan partai politik.

  • Bagikan