Apa Perbedaan Orang Bertauhid, Kafir dan Musyrik?

  • Bagikan
Foto: Ilustrasi Tauhid/Istimewa

HARIAN BERKAT – Orang bertauhid (muwahhid) adalah orang yang beriman pada ketuhanan Allah semata. Dari ketiga istilah di atas, yang bisa digabung hanyalah istilah kafir dan musyrik. Menurut keyakinannya, hanya Allah sajalah yang mempunyai sifat ketuhanan (rububiyah) berupa kemampuan menciptakan manfaat dan bahaya.

Orang kafir adalah orang yang tidak beriman pada ketuhanan Allah. Menurut keyakinannya, Allah itu tidak ada sama sekali, hanya mitos atau karangan manusia.

Baca Juga: Waspada! 25 Ciri-ciri Ajaran Wahabi yang Wajib Diketahui

Kemudian, orang yang tidak beriman pada Nabi Muhammad juga masuk pada kategori kafir ini sebab keimanan pada Allah dan Nabi Muhammad merupakan satu kesatuan.

Adapun orang musyrik, mereka adalah orang yang menyekutukan Allah. Menyekutukan Allah artinya beriman pada Allah dan juga beriman pada selain Allah.

Dengan kata lain, dia mengakui bahwa Allah adalah Tuhan tetapi pada saat yang sama hatinya juga mengakui sosok lainnya sebagai Tuhan lain yang juga sama-sama mempunyai sifat ketuhanan mampu mencipta manfaat dan bahaya.

Orang Jahiliah Quraisy masuk pada kategori musyrik sebab mereka beriman pada Allah, Tuhan yang diperkenalkan oleh leluhur mereka yaitu Nabi Ibrahim, tetapi di sisi lain juga beriman pada berhala-berhala.

Dari ketiga istilah di atas, yang bisa digabung hanyalah istilah kafir dan musyrik. Seseorang yang beriman pada Allah tetapi juga beriman pada berhala disebut musyrik tapi bisa sekaligus disebut kafir apabila dia tidak beriman pada Nabi Muhammad.

Baca Juga: Diutus Membawa Rahmat bukan Pelaknat, Rasulullah Tolak Binasakan Orang Kafir

Musyrikin jahiliah lagi-lagi merupakan contohnya sehingga Al-Qur’an kadang menyebut mereka sebagai al-kafirun dan kadang sebagai al-musyrikun.

Istilah yang sama sekali tidak bisa digabung dan mustahil ada dalam diri satu orang adalah istilah bertauhid dan syirik. Kalau bertauhid maka artinya tidak syirik.

  • Bagikan