Populasi Turun Drastis, China Dorong Warganya Memiliki Lebih Banyak Anak

  • Bagikan
Foto: Ilustrasi kota di China/Pixabay

HARIAN BERKAT – Pemerintah China melakukan banyak perbaikan dari berbagai sudut jika ingin membalikkan penurunan populasinya. Populasi China telah menurun untuk pertama kalinya dalam 60 tahun ketika tingkat kelahiran nasional menyentuh rekor terendah, yaitu 6,77 kelahiran per 1.000 orang.

Jumlah populasi pada 2022 – 1.4118 miliar jiwa – turun menjadi 850.000 jiwa sejak 2021. Tingkat kelahiran di China mengalami penurunan selama bertahun-tahun sehingga mendorong banyak kebijakan untuk memperlambat tren tersebut.

Baca Juga: 2 TKI dan 1 Orang TKA asal China Tewas saat Bentrok Antarpekerja di PT GNI Sulteng

Tapi tujuh tahun setelah menghapus kebijakan satu anak, tingkat kelahiran di China telah memasuki apa yang digambarkan oleh seorang pejabat sebagai era pertumbuhan populasi negatif.

Sebelumnya, pemerintah telah meluncurkan langkah-langkah untuk mendorong penduduk agar memiliki lebih banyak anak termasuk keringanan pajak, cuti hamil yang lebih lama, dan subsidi perumahan, namun sejauh ini hanya sedikit tindakan yang diambil.

Hasil dari sensus sekali dalam satu dekade yang diumumkan pada 2021 menunjukkan populasi China tumbuh paling lambat dalam beberapa dekade. Populasinya juga menyusut dan menua di antara negara-negara Asia Timur lainnya seperti Jepang dan Korea Selatan.

“Tren ini akan berlanjut dan mungkin memburuk setelah Covid,” kata Yue Su seorang ekonom di Economist Intelligence Unit.

Yue Su merupakan salah satu ahli yang memperkirakan populasi China akan menyusut lebih jauh hingga tahun 2023. Biro statistik China merilis laporan sehari sebelumnya yang menunjukkan populasi menurun untuk pertama kalinya sejak 1961.

  • Bagikan