Tahun Baru Imlek, Jeruk Bali dan Ya Sui Chian Part 4

  • Bagikan
Imlek
Tahun Baru Imlek, Jeruk Bali dan Ya Sui Chia. Foto : pexels-rodnae-productions

HARIAN BERKAT – Tradisi budaya kartu merah ucapan selamat tahun baru sampai sekarang masih dilakukan sebagian besar etnis Tionghoa di seluruh dunia dengan makna yang sama, yakni Kung Sie Fa Chai, yang berarti ucapan selamat, semoga akmur. Atau Wan She Ru Ie, yang berarti semua sesuai harapan. Atau Shin Nian Cing Pu, yang berarti Tahun yang baru, makin maju, dan lain-lain.

Sebagian besar agar terdengar lebih akrab, maka dilafalkan dalam dialek-dialek lokal misalnya Kiong Hie Huat Chai (Tio Ciu), Kiung Hie Fat Choy (Hakka). Di kutip harian berkat dari buku berjudul Aneka Budaya Tionghoa Kalimantan Barat, penulis Lie Sau Fat/X.F.Asali.

Sebenarnya semua kalau dalam penulisan Mandarin yah tetap sama, cuma beda lafal apalagi di abjad latin kan versi bahasa Indonesia tentu lain penulisannya lagi kalau dengan versi Pin Yin atau orang barat yang sudah jadi Gong Xi Fa Cai, tentu membingungkan untuk yang tidak mengenal huruf kanji serta dialek dialek daerah.

Baca Juga : Tahun Baru Imlek, Hari Raya Festival Musim Semi Part 1

Sesuai kemajuan zaman dengan sendirinya carapun bersilahturahmi juga menyesuikan diri, kartu ucapan pun berubah dengan beraneka warna yang di dominasi warna merah dan warna emas, bahkan ada yang berbaterai yang bisa bernyanyi dan via pos. Dan ucapkan langsung dengan telepon, SMS, E-Mail, dan lain sebagainya.

Soal Jeruk Bali, Pada tahun baru Imlek, banyak kita temui di pasar dan harganya pun lebih mahal dari hari biasa. Hal ini pada momentnya banyak pembeli. Sebagai hadiah, kado atau untuk diletakkan sendiri di ruangan tamu.

Dengan maknanya yakni Tah Jik yang berarti Selamat Besar atau Sangat Selamat. Dalam lafal Tionghoa Tah besar dan Jik artinya Jeruk. Maka di tahun baru, ruang tamu di atas meja ditaruhkan atau diletakkan sepasang atau lebih, Jeruk Bali Tah Jik.

  • Bagikan