Asal Mula Sungai Landak, Berawal dari Seekor Lipan

  • Bagikan
Foto: Sungai Landak/Istimewa

HARIAN BERKAT – Salah satu cerita Dongeng Rakyat dari Kalimantan Barat adalah sejarah asal muasal nama daerah yaitu Sungai Landak.

Di sebuah desa, tinggallah sepasang suami istri. Setiap hari mereka bekerja sebagai petani palawija. Walaupun hidup sangat sederhana, mereka selalu bersedia membantu para tetangga sebisa mereka.

Baca Juga: Kisah Abu Nawas yang Berhasil Menangkap Pencuri

Suatu malam, sang suami tidak bisa tidur karena hatinya sangat gelisah. Ketika ia menoleh kepada istrinya yang sedang tertidur pulas, ia sangat terkejut. Seekor lipan yang tubuhnya bersinar putih keluar dari kepala istrinya. Lipan itu merayap turun dan keluar dari rumah. Merasa penasaran, sang suami mengikuti ke mana lipan itu pergi.

Lipan masuk ke sebuah lubang kecil di dekat rumahnya dan tidak keluar-keluar lagi. Keesokan paginya, sang suami menceritakan kejadian aneh itu kepada istrinya.

“Ibu pun semalam bermimpi aneh Pak. Ibu seperti berada di dekat sebuah danau. Tiba-tiba, ibu melihat seekor landak raksasa di tengah danau. Landak itu berbulu kuning keemasan. Apakah mimpiku ini ada hubungannya dengan yang Bapak lihat semalam? Mungkin itu suatu pertanda baik, Pak. Bagaimana kalau kita tengok saja lubang tempat lipan itu bersembunyi?” usul istrinya.

“Benar juga, marl kita dekati lubang itu,” ujar suaminya.

Baca Juga: Legenda Danau Singkarak, Kisah Orangtua Egois dan Anak yang Berbakti

Suami istri ini pun mendekati lubang tempat lipan itu menghilang. Sang suami merogohkan tangannya ke dalam lubang. la merasakan tangannya menyentuh sesuatu, ditariknya benda tersebut. Suami istri ini terkejut bukan main, benda yang didapat dari lubang tersebut adalah sebuah patung landak yang terbuat dari emas.

“Kita bawa pulang saja patung landak ini, Pak. Siapa tahu membawa kebaikan untuk kita,” kata sang istri.

Patung landak itu pun mereka simpan dengan baik.

“Jika kita jual patung landak itu, pasti kehidupan kita jauh lebih baik, Pak” ujar sang istri

“Sabar Bu, kita simpan saja dulu. Siapa tahu ada petunjuk tentang patung landak itu,” kata sang suami dengan tenang.

Malamnya, petani itu bermimpi didatangi oleh seekor landak emas raksasa.

“Tuan, biarkanlah aku tinggal bersamamu. Aku berjanji akan mengabulkan segala permintaanmu,” kata landak itu.

“Bagaimana caranya?” tanya sang suami.

“Tuan cukup mengelus kepala patung landak itu dan meminta sesuatu, kemudian akhiri dengan mengelusnya lagi. Aku akan mengajarkan mantranya;” kata landak raksasa.

  • Bagikan