Dukung Penurunan Emisi Karbon, Subholding Pelindo Tanam 44.000 Bibit Mangrove di Kalbar

  • Bagikan
Pelindo
PT Pelindo Solusi Logistik atau SPSL melaksanakan rehabilitasi mangrove sebanyak 44.000 bibit di pesisir Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah. FOTO : Pelindo

HARIAN BERKAT – PT Pelindo Solusi Logistik atau SPSL yang merupakan subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) bersama anak-anak perusahaannya kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung penurunan emisi karbon dan konservasi ekosistem pesisir secara berkelanjutan dengan melaksanakan rehabilitasi mangrove sebanyak 44.000 bibit di pesisir Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah.

Menyadari akan pentingnya menjaga ekosistem mangrove, SPSL Group berinisiasi untuk melaksanakan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL di bidang lingkungan salah satunya melalui program rehabilitasi mangrove.

“Penanaman bibit mangrove hari ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebagai representasi dari aksi nyata SPSL Group dalam mendukung program rehabilitasi kawasan mangrove sehingga dapat memberikan banyak dampak positif, salah satunya melindungi dari abrasi air laut, dan dapat menurunkan emisi karbon sebagai upaya dalam pemenuhan Sustainable Development Goals (SDGs),” ungkap Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PT Pelindo Solusi Logistik Retno Soelistianti yang hadir pada acara penanaman mangrove ini, Rabu 29 Agustus 2023.

Baca Juga : Pelindo Sharing Knowledge di Universitas Tanjungpura, Sharing Potensi Kijing

Menurutnya, sasaran kegiatan rehabilitasi mangrove ini tidak hanya sebagai penyerap karbon, tapi juga sebagai pemulihan ekosistem, peningkatan kualitas habitat, penyuluhan dan partisipasi masyarakat, pengendalian erosi dan mitigasi bencana, peningkatan keanekaragaman hayati, dan memastikan kegiatan rehabilitasi mangrove diikuti dengan upaya pengelolaan berkelanjutan yang meliputi pengawasan, pemantauan kondisi hutan mangrove, dan pengembangan rencana tindakan jangka panjang untuk menjaga kelestariannya.

Turut hadir pada seremonial penanaman bibit mangrove Wakil Bupati Mempawah, H. Muhammad Pagi, S.H.I, M.M., Kepala Seksi Penguatan Kelembagaan DAS, Tri Wibowo, S.Sos, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Pemberdayaan Masyarakat, Setiyo Haryani, S.Hut.M.Env., Kepala UPT KPH Mempawah, Usuludin. S.Hut., M.Hut., Direktur Keuangan dan SDM SPSL, Roy Leonard, General Manager Pelindo Regional 2 Pontianak, Hambar Wiyadi, Para Dosen Lab Terpadu Universitas Tanjungpura Pontianak, Direksi Anak Perusahaan SPSL dan rekan-rekan Mempawah Mangrove Conservation (MMC).

Wakil Bupati Mempawah, H. Muhammad Pagi, S.H.I, M.M. menyampaikan bahwa saat ini luas hutan mangrove yang ada di Kalimantan Barat seluas 176.454,63 Ha, kemudian untuk Kabupaten Mempawah memiliki hutan mangrove seluas 2928,89 Ha dengan garis pantai sepanjang 89 km. Di sisi lain di bagian utara saat ini tercatat seluas 483,57 Ha di Kecamatan Mempawah Hilir.

“Kami atas nama pemerintah Kabupaten Mempawah sangat menyambut baik kegiatan ini dan mengucapkan terima kasih kepada SPSL Group yang telah berkomitmen membantu Pemerintah melakukan rehabilitasi mangrove, dan kami berharap kegiatan rehabilitasi mangrove ini bukan hanya sekedar mengurangi abrasi tetapi juga dijadikan wisata yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dengan pengelolaan yang baik,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, pemerintah Kabupaten Mempawah melalui Bidang Teknis Tata Ruang Bidang PUPR telah melakukan penetapan Rencana Detail Tata Ruang (RDTL) Kecamatan Mempawah Hilir termasuk pesisir Desa Pasir dijadikan koridor konservasi mangrove dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat.

  • Bagikan