Ketua PBNU Kritik Menteri Agraria yang Sebut Warga Rempang Tak Miliki Sertifikat

  • Bagikan
Savic Ali/Foto: Instagram

HARIAN BERKAT – Pernyataan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto yang menyebut warga Rempang, Batam tak memiliki sertifikat kepemilikan lahan dikritik oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Mohamad Syafi’ Alielha (Savic Ali).

“Negara jangan hanya ngomong warga enggak punya sertifikat tanah. Kewajiban negara menciptakan taraf hidup yang baik untuk rakyatnya. Kalau rakyat sebelumnya sudah punya pekerjaan di situ kemudian diusir begitu saja artinya negara tidak menaati wajib konstitusi. Ini bertentangan,” ujar Savic Sabtu 23 September 2023.

Baca Juga: Sejarah Warga Pulau Rempang ‘Orang Darat’ sebagai Penduduk Asli Kota Batam

Menurut Savic, dalam kasus Rempang bukan semata kepemilikan tanah. Banyak warga yang tidak memiliki tanah namun telah lama bekerja di Rempang. Ini, tidak bisa dipindahkan begitu saja, negara harus membuat aturan yang mengikat.

“Jadi terhadap warga yang mungkin bekerja tidak memiliki tanah juga harus ada klausul-klausul yang baik yang ditawarkan. Sementara warga asli bertahun-tahun punya tanah, enggak boleh diambil paksa. Ini negara harus memikirkannya,” kata Savic.

Sebelunya Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa lahan tinggal sebagai pemicu kericuhan di Pulau Rempang, Kepulauan Riau, tidak memiliki Hak Guna Usaha (HGU).

“Jadi, masyarakat yang menempati Pulau Rempang itu tidak ada sertifikat karena memang dulu, semuanya ada di bawah otorita Batam,” ujar Hadi dalam Rapat Kerja bersama Komisi II DPR RI di Jakarta, Kamis 14 September 2023.

  • Bagikan