Peran dan Fungsi TPK dalam Percepatan Penurunan Stunting, Ini Kata Pintauli

  • Bagikan
Foto Bersama Kepala BKKBN Kalimantan Barat, Pintauli Romangasi Siregar, Pj Ketua TP PKK Provinsi Kalbar Ny. Windy Prihastari Harisson, Ketua tim penggerak PKK Kabupaten Sintang beserta peserta lainnya. Foto: harianberkat.com

HARIAN BERKAT –Sebagai ujung tombak dalam penyelenggaraan percepatan penurunan Stunting, Tim Pendamping Keluarga (TPK) memiliki peran dan fungsi penting dalam menyampaikan informasi di masyarakat.

Baca Juga: Anggaran Penanganan Stunting Sintang Dari BOKB Capai Rp6 Miliar

“Tadi itu kita bertemu semua Tim Penggerak PKK yang ada di Kabupaten Sintang hingga tingkat kecamatan dan desa. Dari awal Ibu Pj Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Kalbar sudah menyampaikan bahwa TP PKK harus berkolaborasi di Posyandu. Karena Posyandu memegang peran penting untuk mengetahui perkembangan balita,” ungkap Kepala BKKBN Kalimantan Barat, Pintauli Romangasi Siregar, usai menghadiri kegiatan Pertemuan antara Pj Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar dengan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sintang, Kecamatan dan desa, pada Jumat 13 Oktober 2023.

Pintauli mengatakan Tim Pendamping Keluarga (TPK) ini timnya ada PKK juga. Pada kesempatan tadi karena kebetulan dihadiri Ketua dan anggota Tim Penggerak PKK maka kita perlu menyampaikan peran dan fungsi TPK dalam percepatan penurunan stunting.

“Peran TPK ini sangat luar biasa untuk mendampingi, terlebih ditengah-tengah masyarakat PKK ini melekat atau tetanggan dengan ibu hamil, ibu pasca bersalin, remaja dan lainnya. Jadi artinya dengan mereka menjalankan tugas sebagai TPK dengan baik maka paling tidak mereka bisa lebih cepat tahu posisi percepatan penurunan stunting yang ingin dikejar,” ujarnya.

“Pada saat TPK melaporkan dengan baik, maka intervensi kemudian akan lebih cepat ditanggulangi pemerintah kita,” tambah Pintauli.

Baca Juga: Tiga Program Utama Turunkan Angka Stunting di Sintang

Pintauli mengatakan kalau sebenarnya posyandunya aktif, hanya saja orang yang datang ke posyandu yang cakupannya masih cukup rendah. Kalau kita lihat secara total itu belum sampai 40 persen sebenarnya.

  • Bagikan