Penurunan Stunting Jangan Banyak Sosialisasi, BKKBN Harus Perkuat Mitra

  • Bagikan
Foto bersama Kepala BKBN Kalbar Pintauli Romangasi Siregar, usai Sosialisasi pemberian makanan bergizi Dapur Sehat Atasi Stunting. Foto: dok.harianberkat.com
Pengamat Kebijakan Publik dan Pemerintahan, Herman Hofi Munawar mengatakan upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting yang dilakukan saat ini

HARIAN BERKAT-Pengamat Kebijakan Publik dan Pemerintahan, Herman Hofi Munawar mengatakan upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting yang dilakukan saat ini terkesan hanya sebatas formalitas dan memenuhi target administratif dan selalu mengabaikan substansif.

Baca Juga : Pj Sekda Kalbar, M. Bari Tinjau Pelayanan Samsat Sambas

“Saya melihat kegiatan upaya penurunan stunting banyak dilakukan dengan sosialisasi dan koordinasi melulu. Sehingga anggaran hanya habis disosialisasi. Kegiatan ini terkesan formalitas dan cuma memenuhi target administrasi dan mengabaikan substansifnya,” ungkap Herman Hofi, kemarin.

Menurutnya sosialisasi dan koordinasi yang dilakukan dengan diadakan di hotel-hotel mewah justru tidak efektif.

Apalagi kegiatan stunting ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Namun jika kegiatan di tahun yang sama masih dengan cara sosialisasi dan koordinasi di hotel besar lantas apa yang sudah diperbuat selama ini.

Pandangan dia, upaya penurunan stunting ini tidak pernah melakukan evaluasi out put, intermediate outcome dari kegiatan sosialisasi yang dilakukan itu.

Di depan mata pemerintah pusat menarget 2024 mendatang angka stunting mesti bisa turun di 14 persen. Kalbar sendiri angka stunting 2022 berada di 27,8 persen. Untuk menurunkan di angka 14 persen sudah mesti melakukannya dengan turun langsung ke kantong-kantong stunting. Bukan lagi sosialisasi dijajaran pemerintah yang berulang.

Harusnya penggunaan anggaran lebih menukik pada sasaran yang jelas.

Ada hal yang mesti dilakukan dalam upaya mengatasi stunting. Yaitu  efektifkan kerja-kerja puskesmas, tenaga medis disetiap Puskesmas lebih proaktif ke masyarakat untuk memberikan pemahaman dan penyadaran  pada masyarakat tentang stunting dengan bahasa yang dipahami masyarakat dan lebih pada aplikatif.

  • Bagikan