LAKI Minta Bawaslu Hindari Teori, Kedepankan Aksi

  • Bagikan
Ketua Umum DPP LAKI, Burhanudin Abdullah. Foto: harianberkat.com

HARIAN BERKAT –Ketua Umum DPP LAKI, Burhanudin Abdullah mengatakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diberi kewenangan melalui konstitusi sebagai lembaga Pengawas Pemilihan Umum (Pemilu) pencegah dan menindak bila ditemukan adanya dugaan pelanggaran dan kecurangan dalam Pemilu. Untuk itu LAKI minta Bawaslu hindari teori, kedepankan aksi.

LAKI yang juga sebagai organisasi Pemantau Pemilu Independen tahun 2024, kata Burhanudin Abdullah, persiapan keberangkatan ke Jakarta untuk menghadiri Undangan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas)Sentra Penegakan Hukum Terpadu dengan Tema Gakkumdu Mengawal Pemilu 2024 yang Demokrasi dan Bermartabat pada hari Senin 27 November 2024 di Hotel Grand Sahid Jakarta.

Baca Juga: Rekrutmen Bawaslu RI Amburadul, Junimart Girsang: Terlihat ada Motif-motif Kelompok Tertentu

Kegiatan Rakornas tersebut, lanjut Burhanudin, akan dihadiri Presiden RI, Kapolri, Kejagung, Panglima TNI, Parpol Peserta Pemilu 2023, Bawaslu RI dan Lembaga Pemantau.

Burhanudin mengatakan LAKI yang telah memiliki pengalaman sebagai lembaga Pemantau Pemilu sejak tahun 2009, telah menyarankan kepada Bawaslu RI bila tidak mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai lembaga pengawas dan kurang berani menindaklanjuti laporan masyarakat terhadap indikasi terjadinya kecurangan Pemilu.

Bahkan Bawaslu, kata Burhanudin, sudah digelontorkan anggaran Negara yang cukup besar.

“Melalui kewenangan dan anggaran besar itu, apa berani dan punya nyali Bawaslu melakukan penindakan bila ditemukan pelanggaran Pemilu oleh ke tiga Calon Presiden dan Wakil Presiden yang sudah dikenal sebagai tokoh nasional,” ujarnya.

LAKI sangat pesimis, dan bahkan optimis Bawaslu hanya mampu berteori dan menjadi lembaga yang tak bertaji.

“Hakikatnya fungsi Bawaslu sesuai amanat UU berfungsi untuk melakukan pengawasan, pencegahan dan melakukan tindakan hukum atas laporan masyarakat terhadap indikasi terjadinya Pelanggaran Pemilu dengan memproses dan segara menindaklanjutinya,” tegas Burhanudin.

Baca Juga: Kompetisi Video Anti Hoax Pemilu, Dorong Kreativitas Masyarakat Menyebarkan Informasi yang Benar dan Akurat

Ia melanjutkan Bawaslu jangan sampai hanya sebagai pendengar dan penerima laporan, terus berkoar di media sebagai lembaga yang sukses dalam bertindak.

“Jangan pernah bangga Bawaslu sukses dalam menerima laporan terus diregistrasi sebagai dokumen, tetapi Bawaslu boleh bangga bila ada laporan segera menindaklanjuti atas laporan itu. Walaupun akhirnya terbukti apa tidak itu nomor kesekian, yang jelas Bawaslu harus mampu bekerja sebagai lembaga yang independen dan tidak takut dengan intervensi dengan pihak manapun,” harapnya.

Penulis: Marupek
  • Bagikan