Pj Gubernur Harisson Harap Anggota Pramuka Turut Cetak Generasi Indonesia Emas 2045

  • Bagikan
Pramuka
Foto bersama Pj Gubernur Kalbar, Harisson yang juga menjabat sebagai Mabida Kalbar di acara Dialog Interaktif Pramuka yang mengangkat tema "Jiwa Pramukaku, Jiwa Pahlawanku" diselenggarakan di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak. FOTO : Pemprov Kalbar

HARIAN BERKAT – Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar yang juga menjabat sebagai Mabida Kalbar dr. Harisson, M.Kes, menghadiri acara Dialog Interaktif Pramuka yang mengangkat tema “Jiwa Pramukaku, Jiwa Pahlawanku” diselenggarakan di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Minggu 26 November 2023.

Dalam kesempatan itu, Pj Gubernur Kalbar didaulat sebagai narasumber pada dialog interaktif tersebut bersama para narasumber lainnya seperti Anggota DPR RI Komisi V yang juga menjabat sebagai Ka Kwarda Kalbar H. Syarif Abdullah Al-Kadri, SH, MH, dan Wali Kota Pontianak yang menjabat sebagai Mabicab Pontianak Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, MM, MT.

Dihadapan seluruh jajaran pengurus dan peserta dialog interaktif inspiratif anggota Gerakan Pramuka se Kota Pontianak, Pj Gubernur menyampaikan bahwa sebagai anggota Pramuka harus bisa menyiasati kesulitan hidup, selain itu juga harus mampu menyiasati peluang-peluang untuk dirinya sendiri.

“Nah, kapan itu bisa kita dapatkan, ya dari sekarang, sejak adik-adik ini masuk dalam organisasi Keanggotaan Kepramukaan,” kata Pj Gubernur Kalbar, Harisson.

Baca Juga : Olahraga Pagi Bersama Peringatan Hut Korpri ke 52 dan HKN ke 59

Dikatakannya, Indonesia sekarang dihadapkan pada bonus demografi yang mana nantinya pada Tahun 2045 Indonesia menjadi negara ke empat kekuatan ekonomi terbesar dunia.

“Oleh karena itu, saya berharap adik-adik ini akan menjadi pelaku dalam mengambil bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045 tersebut. Kenapa, karena bonus demografi itu hanya datang sekali dan disaat itu harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ungkap Harisson.

Menurut pria kelahiran Palembang tersebut, Kalbar dilihat dari grafik pertumbuhan penduduk sudah bukan lagi berbentuk Piramida lagi.

Artinya, usia yang muda jauh lebih tinggi daripada usia kerja. Dan sekarang sudah berbentuk seperti kubah Masjid sehingga kalau diartikan Kalbar itu jumlah tenaga kerjanya sudah melebihi usia non produktif dan usia yang belum produktif.

Tak sampai disitu, orang nomor satu di Kalbar tersebut terus memberikan motivasi kedapa para peserta Dialog untuk terus belajar dengan baik. Karena, menurut para pakar ekonomi dunia mengatakan bahwa, pendapatan per kapita rata-rata orang yang hidup dalam waktu setahun hanya memakan biaya sebesar 9,8 Juta dengan rincian perkenalan keluarga berjumlah 5 orang.

Sedangkan di Tahun 2045 mendatang pendapatan perkapita per orang itu bisa mencapai 450 Juta per tahun. Artinya, perbandingan orang yang hidup pada Tahun 2045 mendatang perbulannya mencapai 37 Juta perbulan dengan jumlah keluarga 5 orang.

“Oleh sebab itu, dari sekarang kita harus sudah dipersiapkan tenaga kerja yang benar-benar profesional, inovatif, kreatif, Handal dan pintar. Terserah adik-adik mau memiliki cita-cita yang tinggi baik jadi Presiden atau apapun namun semua itu sudah harus benar-benar disiapkan dari sekarang,” ujar Harisson.

  • Bagikan