Launching Kick Off Program Sinita Penjaga Ibu Jari, Penurunan dan Pencegahan Stunting

  • Bagikan
Stunting
Foto bersama kegiatan Kick Off Program Sinergitas Organisasi Wanita Dalam Peningkatan Pengetahuan Gizi Keluarga, Ibu dan Remaja Putri (Sinita Penjaga Ibu Jari) di Posyandu Mekar Rindang, Desa Ambawang Kuala, Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. FOTO : Pemprov Kalbar

HARIAN BERKAT – Berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia Tahun 2021, terdapat kurang lebih ada 5 Juta anak Indonesia yang mengalami Stunting. Sementara berdasarkan data E-PPGBM pada triwulan 3, Tahun 2023, angka Stunting di Kalbar telah mencapai 15,3%, di mana Kabupaten Kubu Raya mencatat angka prevalensi Stunting sebesar 12%.

Tak hanya itu, kesadaran masyarakat akan pentingnya menimbang Balita mereka ke Posyandu masih di bawah target indikator kinerja gizi yaitu 85%. Menurut data E-PPGBM pula, persentase Balita ditimbang berat badan (D/S) di Provinsi Kalimantan Barat pada Triwulan 3 Tahun 2023 hanya sebesar 49,5%, dan Kabupaten Kubu Raya sebesar 62,2%.

“Saya berharap, seluruh kader Posyandu mulai saat ini harus bergerak dan mengambil peran aktif membantu Pemerintah dalam menurunkan prevalensi Stunting. Kader Posyandu adalah ujung tombak Pemerintah di tingkat desa dan kelurahan yang membantu memberikan edukasi kepada masyarakat, terkait masalah Kesehatan dan Gizi,” ucap Pj. Gubernur Kalbar, dr. Harisson, M.Kes, saat membuka secara resmi Kick Off Program Sinergitas Organisasi Wanita Dalam Peningkatan Pengetahuan Gizi Keluarga, Ibu dan Remaja Putri (Sinita Penjaga Ibu Jari) di Posyandu Mekar Rindang, Desa Ambawang Kuala, Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Jumat 08 Desember 2023.

Baca Juga : Kajari Pontianak Tanda Tangani Perjanjian Kerjasama Bersama GM Pelindo

Dirinya menambahkan, Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kurang gizi dalam jangka waktu lama, paparan infeksi berulang dan kurang stimulasi.

Selain itu, dijelaskannya, Stunting sangat dipengaruhi oleh status kesehatan remaja, ibu hamil, pola makan balita, ekonomi, budaya, maupun faktor lingkungan seperti sanitasi dan akses terhadap layanan kesehatan.

“Ini merupakan tanggung jawab kita bersama, baik Pemerintah, Organisasi Profesi, pihak Swasta dan Masyarakat,” sebut Harisson.

Orang nomor satu di Kalbar tersebut memaparkan, salah satu faktor penyumbang Stunting adalah ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK) serta bayi dengan berat badan lahir rendah.

Di Kabupaten Kubu Raya, berdasarkan data E-PPGBM pada Triwulan 3 Tahun 2023, persentase ibu hamil yang mengalami KEK sebesar 10,2% dan bayi dengan berat badan lahir rendah sebesar 4,1%.

  • Bagikan