Atasi Stunting, BKKBN Gelar Penguatan Penyelenggaraan DASHAT di Kampung KB

  • Bagikan
Peserta dari Bidang OPD-KB Kabupaten/Kota Pengampu Kampung KB dan DASHAT, OPDKB Kabupaten/Kota, PKB Kabupaten/Kota, Pengelola Kampung KB dan DASHAT, Kepala Desa Kampung KB Kabupaten/Kota serta Perwakilan BKKBN saat kegiatan Bangga Kencana Orientasi Pengelola Kampung KB dan Penguatan Penyelenggaraan DASHAT di Kampung KB Tahun 2024. Foto: Marupek

HARIAN BERKAT –Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar Kegiatan Bangga Kencana Orientasi Pengelola Kampung KB dan Penguatan Penyelenggaraan DASHAT di Kampung KB Tahun 2024, selama tiga hari terhitung 15 sampai dengan 17 Mei 2024, di Hotel Harris Pontianak.

Kegiatan tersebut dibuka Kepala BKKBN Kalbar Pintauli Romangasi Siregar, via zoom yang diikuti peserta dari Bidang OPDKB Kabupaten/Kota Pengampu Kampung KB dan DASHAT, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Kabupaten/Kota, Kepala Desa Kampung KB Kabupaten/Kota, Pengurus/Pengelola/Pokja Kampung KB Kabupaten/Kota serta Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat.

Baca Juga: Rumah Data di Kampung KB, Miniaturnya Program Bangga Kencana

Pintauli mengatakan program DASHAT atau Dapur Sehat Atasi Stunting adalah upaya BKKBN dalam rangka percepat penurunan stunting, karena program DASHAT sebagai sarana mengedukasi masyarakat terkait pentingnya asupan gizi.

Sambutan Ketua Panitia Ketua Tim Kerja Kampung Berkualitas Puri Renatama. Foto: Marupek

Ia melanjutkan adapun tujuan kegiatan adalah meningkatkan pemahaman, keterampilan dan kapasitas pengelola Program Bangga Kencana dalam memfasilitasi pengelolaan Kampung Keluarga Berkualitas di wilayahnya masing-masing.

Oleh karena itu, kata Pintauli, pelbagai program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) harus dapat menjangkau seluruh keluarga Indonesia, salah satunya melalui intensifikasi dan ekstensifikasi program Bangga Kencana di Kampung Keluarga Berkualitas.

“Kita harapkan Kampung KB dapat memberikan kontribusi dalam penanggulangan stunting, penurunan angka kematian ibu hamil dan melahirkan, kematian bayi, meningkatkan kesertaan KB, serta menurunkan angka kemiskinan ekstrem di seluruh pelosok negeri,” harapnya.

Penulis: Marupek
  • Bagikan