Perdana Nih, Diknas Lakukan Sekolah Terbuka PLK untuk Pemerataan Pendidikan

  • Bagikan
Diknas
Kadiknas Provinsi Kalbar, Rita Hastarita. FOTO : Chica

HARIAN BERKAT – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, Rita Hastarita, S.Sos, M.Si, menyampaikan bahwa tahun ini pihaknya menerapkan program Sekolah Terbuka Pendidikan Layanan Khusus (PLK).

“Ini tahun pertama kita lakukan Sekolah Terbuka Pendidikan Layanan Khusus atau sekolah buka cabang pada beberapa daerah. Sebelumnya sudah dilakukan studi kelayakan untuk penerapan Sekolah Terbuka Pendidikan Layanan Khusus ini,” ungkapnya pada harianberkat.com, Sabtu 1 Juni 2024.

Menurutnya, pelaksanaan Sekolah Terbuka Pendidikan Layanan Khusus (PLK)  diterapkan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar berdasarkan Permendikbud Nomor 72 tahun 2013.

“Tahun ini PKL kita coba pada dua sekolah untuk melaksanakan Sekolah Terbuka Pendidikan Layanan Khusus, yakni di Desa Pelita Jaya Kabupaten Kubu Raya dan di Desa Lumukutan Kabupaten Bengkayang,” imbuhnya.

Untuk pelaksanaan Sekolah Terbuka Pendidikan Layanan Khusus (PLK) di Desa Pelita Jaya Kabutan Kubu Raya, karena selama ini siswa jenjang SMA di Desa Pelita Jaya dengan akses pendidikan terdekat adalah di SMA Negeri 1 Kubu.

Baca Juga : Pemkot Pontianak Komitmen Laksanakan PPDB Objektif, Transparan dan Akuntabel

“Akses pendidikan selama ini kalau mau ke sekolah SMA Negeri 1 Kubu harus menggunakan jalur air, yang ditempuh 30 sampai 40 menit baru sampai ke sekolah. Jadi kita membuka sekolah terbuka dengan polanya guru SMAN Negeri 1 Kubu¬† ditugaskan ke Desa Pelita Jaya, pola ini dibalik bukannya murid yang ke sekolah tapi gurunya,” paparnya.

Sebelumnya, sudah dilakukan studi kelayakan, karena itu SMA Negeri 1 Kubu buka cabang di Desa Pelita Jaya sudah layak karena terkait keterbatasan akses. Dan untuk ruang kelas bisa menumpang di SMP atau di balai desa.

“Tahun ini kita akan bangun dua ruang kelas. Dan untuk tahun ajaran ini kita buka satu rombel untuk cabang SMA Negeri 1 Kubu di Desa Pelita Jaya dengan daya tampung 36 siswa satu rombel, hal tersebut juga memperhatikan jumah lulusan SMP di Desa Pelita Jaya itu sekitar 22 sampai 30 siswa,” katanya.

  • Bagikan