BRIN Bersama BPOM Kaji Pemanfaatan AI untuk Awasi Makanan Olahan sebelum Dipasarkan

  • Bagikan
Ilustrasi makanan olahan/Foto" Pixabay

HARIAN BERKAT – Bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengkaji pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengawasi makanan olahan sebelum dipasarkan atau pre-market.

Kepala Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan (PR EMK) BRIN Bahtiar Rifai menekankan kesiapan BPOM dalam penerapan AI untuk pengawasan pre-market makanan olahan.

Baca Juga: Peneliti BRIN Minta Pemerintah Siapkan Antisipasi Lonjakan Lansia

“Kesiapan BPOM dalam mengadopsi AI untuk Ereg RBA (Aplikasi Registrasi Pangan Olahan Berbasis Risiko) berada pada level Potensial, atau Level II dari empat skala kesiapan,” ungkap Kapus Bahtiar, Kamis 4 Juli 2024.

Ia mengatakan BPOM memiliki kekuatan pada pilar data dan infrastruktur, teknologi dan inovasi, serta sumber daya manusia, dan budaya organisasi yang mencapai kematangan pada level Adaptor atau Level III.

“Dengan kekuatan tersebut BPOM sangat memungkinkan untuk mengadopsi AI dalam pengambilan keputusan untuk mengeluarkan Nomor Izin Edar (NIE) melalui checking kelengkapan dokumen, keabsahan/ kebenaran dokumen, dan simulasi rekomendasi hasil evaluasi,” jelas Kapus Bahtiar.

  • Bagikan