Momentum Ramadan untuk Tingkatkan Kualitas Iman, Ini Penjelasannya Kata Oke

  • Bagikan
Ilustrasi suasana buka puasa Ramadhan. Foto : Dokumen Pixabay

HARIAN BERKAT – Ketua Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) KH Oke Setiadi Affendi MSc mengatakan momentum bulan Ramadan dapat dimanfaatkan oleh umat Islam untuk meningkatkan kualitas diri, sehingga tidak semata-mata hanya menahan lapar dan dahaga semata.

“Yang penting dari bulan Ramadan adalah bagaimana kita sebagai umat memanfaatkan momentum untuk meningkatkan kualitas diri, sekaligus meraih berkah dari rangkaian berbagai ibadah. Intinya kita tidak hanya melewati bulan Ramadan seolah-olah sekadar tidak makan dan minum saja, tentunya itu akan sangat disayangkan,” kata Ketua PBMA Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Hubungan Internasional tersebut dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta belum lama ini.

Ia melanjutkan kualitas diri yang dimaksudkan olehnya adalah kualitas fisik, kualitas kecerdasan dan kualitas mentalitas seseorang, sebagai umat yang beriman.

“Pertama yakni meningkatkan kualitas fisik yang seperti apa? Tentu bulan Ramadan ini melatih kita untuk seperti menghindari makanan yang tidak bermanfaat dan yang berbahaya buat tubuh kita,” jelas Wakil Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Kedua, lanjutnya, berpuasa berperan untuk melatih kualitas kecerdasan. Menurut dia, di bulan Ramadan umat senantiasa dilatih untuk memilih hal baik dan meninggalkan keburukan. Sehingga umat menjadi cerdas yang diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi untuk umat, bangsa dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

“Ketiga, memperbaiki mentalitas kita dari yang sebelumnya cepat marah, cepat mengeluarkan narasi yang tidak baik, atau mengeluarkan narasi yang suka menyakiti orang lain tentunya agar bisa pelan-pelan dikurangi bahkan dihilangkan dengan momentum bulan Ramadan ini,” kata Oke.

Dengan berpuasa, Oke meyakini bahwa umat dapat senantiasa memerdekakan diri dari nafsu, egoisme, fanatisme, adu domba yang dapat menimbulkan perpecahan.

“Tentunya dengan puasa, jadi mengurangi hal-hal yang sebelumnya boleh buat kita, ternyata hal itu akan membuat kita lebih mudah memerdekakan dari egoisme dan kita lebih mudah Allah menyatukan hati kita,” ungkapnya.

  • Bagikan