Kalbar

4 bulan yang lalu

Pernyataan Soal Kalimantan Tempat Jin Buang Anak, Pendiri UNU Kalbar : Edy Tak Ngerti NKRI dan Wawasan Kebangsaan

Marupek

Selasa, 25 Januari 2022 - 15:03 WIB

Pendiri UNU Kalbar Dr. M. Rif'at. Foto : Istimewa

Pendiri UNU Kalbar Dr. M. Rif'at. Foto : Istimewa

HARIAN BERKAT – Pernyataan Edy Mulyadi yang menyebut Kalimantan Tempat Jin Buang Anak viral di media sosial.

Sehingga tak heran, pernyataan yang diduga menghina Kalimantan itu mendapatkan kecaman dari berbagai elemen masyarakat, khususnya warga Kalimantan.

Pendiri Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalbar Dr. M. Rif’at pun bereaksi atas ucapan yang disampaikan Edy Mulyadi hingga viral di media sosial.

Ia menyebut, jika dievaluasi pernyataan Edy Mulyadi itu menunjukan bahwa kualitas kewarganegaraannya sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) patut dipertanyakan. Karena setiap WNI harus melekat empat pilar kebangsaan di dalam dirinya.

Seperti harus memperhatikan Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pada dasarnya, Kalimantan adalah bagian dari NKRI.

“Pernyataan seperti itu menunjukan seseorang yang kualitas kebangsaannya masih sangat rendah. Karena setiap WNI harus menguatkan pilar-pilar kebangsaan dimana pun mereka berada. Kita adalah satu bangsa dari Sabang, Miangas, Rote hingga Merauke,” ujarnya, Selasa 25 Januari 2022.

Sebagai negara kesatuan, Indonesia bukannya dipisahkan oleh pulau-pulau, namun disatukan melalui pulau-pulau. Laut diantara pulau itu bukan pemisah, tetapi penghubung antara pulau.

Konsep ini seharusnya dipahami, melekat pada setiap WNI dan tidak ada pilihan lain bagi WNI.

Ia melanjutkan, orang yang mengeluarkan pernyataan seperti itu adalah orang yang tidak mengerti tentang NKRI.

“Jangan-jangan juga batas-batas wilayah negara dan penghubung-penghubung antar pulau tidak dipahaminya secara baik,” ujarnya.

Rif’at juga mengapresiasi dan mendukung semua sikap yang mempertanyakan pernyataan Edy Mulyadi yang diduga menghina Kalimantan. Karena bagaimanapun yang disebut dengan budaya dan tanah air Indonesia itu adalah satu kesatuan.

“Jelas sudah tidak ada lagi keraguan, bahwa Indonesia yang satu itu adalah tanah air Indonesia dalam batas wilayahnya yang tidak dapat diragukan. Bahkan, bukan hanya diragukan tapi benar-benar mendukung kekuatan negara, bangsa dan semua wilayah Republik Indonesia,” ujar Rif’at.

Jadi pernyataan Edy Mulyadi sangat riskan dan rawan. Karena seseorang yang mendengar pernyataan itu dapat memaknainya seolah-olah akan memisahkan diri.

“Bisa jadi pulau-pulau yang besar itu akan memisahkan diri dan itu salah. Tidak benar seperti itu,” ujarnya.

Rifat menambahkan, kalimat-kalimat yang disampaikan oleh Edy Mulyadi itu adalah kalimat yang sesungguhnya tidak layak diucapkan. Apalagi sebagai mantan calon legislatif (caleg) dari salah satu partai politik.

Sehingga, ia pun mempertanyakan bagaimana instrumen rekruitmen caleg. Jangan-jangan instrumen untuk wawasan kebangsaan itu masih sangat lemah.

“Wawasan kebangsaan itu sudah tidak bisa ditawar lagi, bahwa setiap WNI itu harus memiliki wawasan kebangsaan yang benar, tepat dan maju untuk bangsa ini,” ujarnya.***

Berita ini telah dibaca 109 kali

Berita Lainnya